Assalamu’alaykum wr.wb

Kamis, 29 April 2010.
baru-baru in masyarakat kita dikejutkan kembali oleh jatuhnya meteor. Meteor ini menimpa 3 rumah di daerah jakarta. .Ā  kejadian terjadi tepatnya di Jalan Delima VII Gang 2 RT 01/05, Malaka Saro, Duren Sawit, Jakarta Timur.

(info: baca)
Setelah itu, 2 hari kemudian (Sabtu,1 Mei 2010) jatuhnya meteor terjadi juga di daerah Malang tepatnya di Jalan Wapoga IV E1 Perumahan Puskopad II, Bunulrejo, Blimbing, Malang. kejadian ini menelan kerusakan satu rumah.
(info: baca)

Oke, disini ane ga akan membahas terlalu jauh tentang jatuhnya meteor itu. di sini saya akan mencoba menjabarkan atau menjelaskan:

  1. apakah kata2 meteor tepat pengguanaannya pada hujan meteor?
  2. saya juga akan membahas sejarah jatuhnya meteor yang terjadi di indonesia

I. METEOR

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

(info : baca) —> so, penggunaan kata meteor tidak tepat jika meteor sudah sampai di bumi!!šŸ˜€

II. Sejarah Meteor di Indonesia

sering terjadi hujan meteorit di Indonesia, sejarah mencatat :

1797:
Meteor ditemukan jatuh di Prambanan, Jawa Tengah. Inilah meteor yang tercatat jatuh di Indonesia untuk pertama kalinya.

1811:

Meteor seberat 10 ton ditemukan di Surakarta, Jawa Tengah.

10 Juli 1822:

Meteor jatuh di Cirebon, Jawa Barat, seberat 16,5 kilogram.

19 September 1869:
Meteor seberat 20 kg ditemukan di Cabe Remban, Jawa Timur.

19 Maret 1884:

Meteor ditemukan di Djati Pengilon, Jawa Timur, seberat 1,66 kuintal.

2 Juni 1915:

Meteorit seberat 24,75 kg ditemukan di Klender, Jakarta Timur. Batu ini kemudian dinamai Meester-Cornelis.

19 Desember 2004:
Warga Jinjing, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, mendengar ledakan keras di langit pada pukul 07.30. Suaranya terdengar hingga Jakarta dan Bekasi. Para ahli meyakininya sebagai ledakan meteor, meskipun jejaknya tak ditemukan.

1 Januari 2008:

Meteor jatuh di Gianyar, Bali.

8 Oktober 2009:

Meteor raksasa meledak di atas Teluk Bone, Sulawesi Selatan, di ketinggian 15-20 kilometer. Menurut badan antariksa Amerika, NASA, meteor dengan diameter 10 meter itu mengakibatkan ledakan berkekuatan tiga kali bom atom Hiroshima. Meteor Bone ini ukurannya lima kali dari meteor yang meledak di Wisconsin, Amerika Serikat bulan April lalu.

29 April 2010:

Meteorit terjadi di daerah Jakarta,tepatnya di Jalan Delima VII Gang 2 RT 01/05, Malaka Saro, Duren Sawit, Jakarta Timur. kejadian ini merusak 3 rumah warga.

1 Mei 2010:

Pecahan batu meteor ternyata juga jatuh di Malang, menimpa sebuah rumah warga Jalan Wapoga IV E1 Perumahan Puskopad II, Bunulrejo, Blimbing, Malang.

(info : baca)


III. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)

Lembaga ini merupakan lembaga yang salah satu tugasnya mengurusi meteor di Indonesia.

:: SEJARAH LAPAN


Kronologi Pembentukan LAPAN

Pada tanggal 31 Mei 1962, dibentuk Panitia Astronautika oleh Menteri Pertama RI, Ir. Juanda (selaku Ketua Dewan Penerbangan RI) dan R.J. Salatun (selaku Sekretaris Dewan Penerbangan RI).

Tanggal 22 September 1962, terbentuknya Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan ITB. Berhasil membuat dan meluncurkan dua roket seri Kartika berikut telemetrinya.

Tanggal 27 November 1963, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 236 Tahun 1963 tentang LAPAN.

Penyempurnaan organisasi LAPAN melalui :

  • Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 1974,
  • Keppres Nomor 33 Tahun 1988,
  • Keppres Nomor 33 Tahun 1988 jo Keppres Nomor 24 Tahun 1994,
  • Keppres Nomor 132 Tahun 1998,
  • Keppres Nomor 166 Tahun 2000 sebagaimana diubah beberapa kali yang terakhir dengan Keppres Nomor 62 Tahun 2001,
  • Keppres Nomor 178 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah beberapa kali yang terakhir dengan Keppres 60 Tahun 2001,
  • Keppres Nomor 103 Tahun 2001.

Lingkup Kegiatan

  • Pengembangan teknologi dan pemanfaatan penginderaan jauh.
  • Pemanfaatan sains atmosfer, iklim dan antariksa.
  • Pengembangan teknologi dirgantara.
  • Pengembangan kebijakan kedirgantaraan nasional

(info : baca)

Demikian info yang dapat ane sampaikan. kuranng lebihnya mohon maaf ya..Ā šŸ˜€

Semoga bermanfaat..šŸ™‚

Wassalamu’alaykum wr.wb

Sumber:
1.http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/01/139824/38/5/Lokasi-Jatuhnya-Meteor-di-Duren-Sawit-Dipadati-Warga
2.http://www.tribun-timur.com/read/artikel/100318/Pecahan-Meteor-juga-Jatuh-di-Malang-1-Rumah-Rusak
3.http://id.wikipedia.org/wiki/Meteor
4.http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/05/01/brk,20100501-244714,id.html
5.http://www.lapan.go.id